Fokus Untuk Anak Kudus (Liem Swie King)
Widyastuti Muncul Lagi
Menjinakkan Iie Sumirat
Tempo 20 Oktober 1973. Iie Sumirat terpilih untuk terjun dalam world invitation badminton championships 1973 di Singapura. Sifatnya yang angin-anginan dapat dikendalikan pelatih tahir jide.
TINGKAHNYA bak perilaku perawan: angin-anginan dan sukar dipegang. Membenci suasana otoriter, di lain fihak ia tampak membutuhkan dukungan psikologis. Itulah Iie Sumirat, pemain tunggal yang telah berulag kali masuk Training Centre. Tapi jarang berhasil karena selalu dikaitkan dengan kelakuan-kelakuannya yang aneh. Terakhir Iie muncul sebagai juara nomor tunggal PON VIII dan kembali terpilih dalam kelompok pemain-pemain yang dipersiapkan untuk World Invitation Badminton Championships 1973 di Singapura awal bulan depan. Jinak. Terpanggilnya Iie Sumirat-disebut-sebut sebagai calon pemegang mahkota WIBC 1973 dengan tidak ikutnya Rudy Hartono –bukannya tidak merisaukan penggemar-penggemar bulutangkis, karena pemikiran mereka didasari oleh temperamen “aneh” yang selama ini merupakan modal prestasi dan reputasinya. Kendati pernah muncul di tempat utama dalam Turnamen Bulutangkis Terbuka Singapura 1972 dengan menundukkan finalis Malaysia Tan Aik Mong, tidakkah “penyakit” Iie Sumirat akan kambuh lagi menjelang saat-saat dan selama pertandingan WIBC 1973? Tidak seorang pun yang bisa meramalkannya, kecuali yang punya diri. Read more…
Hukuman Buat Amril Nurman
“Sebetulnya hal ini sudah lama, tapi kami baru tindak setelah selesai PON”, komentar Umar Sanusi Sekretaris I PBSI Jaya yang bertindak sebagai team manager regu Jaya dalam PON Vlll. Hukuman yang dikeluarkan selesai PON ini pun belum atau tidak dikeluarkan terang-terangan, karena menlrut Umar “Hukuman ini adalah hukuman disiplin, sekedar ia mawas diri dan agar jangan lupa diri”. Tindakan yang dilakukan pemain tunggal ketiga regu Thomas up itu dinilai indisipliner dan lebih banyak berkisar pada pribadi Amril. Namun Umar Sanusi masih bisa mengerti “Maklum dia anak muda, pandangannya belum luas. Kadang-kadang sebagai pemain top dia lupa kedudukan sebenarnya sebagai pemain Jakarta”. Read more…
Jodoh Di Tangan PB
Tempo 1 September 1973. Pasangan ganda Christian-Ade Chandra diramalkan goyah setelah Pon VIII. Pembina PBSI Ja-Bar menginginkan pasangan Christian-Tjuntjun sebagai pemain nasional karena sistem permainannya lebih mantap.
TERCERAINYA pasangan ganda Christian-Ade Chandra dalam PON VIII, diramalkan orang sebagai awal pisah antara kedua pemain nasional itu. Titik tolak pemikiran didasari atas pengamatan permainan Christian dengan pasangan barunya Tjuntjun. Dan Jassin, pembina PBSI Jabar juga menyatakan maksud dan mengintip dari sudut yang serupa. “Niat itu sudah lama terkandung di hati kami, saudara lihat sendiri bagaimana kemantapan pasangan Christian-Tjuntjun dibanding Christian-Ade” katanya kepada TEMPO. Mantapnya sistim penyerangan dan langgam pertahanan pasangan Christian Tjuntjun memang tidak perlu diragukan. Penempatan bola di daerah lawan yang kosong, permainan net yang membutuhkan gerakan tangan yang akurat dan halus maupun smash yang mematikan sama dimiliki oleh kedua pemain. Posisi muka dan belakang ketika seorang di antara mereka sedang melakukan surve, pengambilan sikap sejajar sewaktu menerima bola musuh dan gerakan-gerakan menyilang yang mereka lakukan dalam pengembalian serangan bagaikan diatur daya refleks, tampak begitu rapi. Talak. Pada pasangan Christian-Ade hal seperti ini belum dikuasai sepenuhnya. Karena Ade masih mengandalkan Christian sebagai motor penyerangan. sementara ia sendiri lebih banyak bertindak sebagai algojo dengan modal smash yang keras dan mematikan. Read more…
Memilih Biji Kekalahan : Indonesia Juara Thomas Cup 1973
Usaha Mengamankan Piala (Piala Thomas 1973)
Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan.
SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu mengalahkan regu Piala Thomas Indonesia. Dengan kata lain, dewasa ini Indonesia secara relatif memiliki material pemain yang jauh lebih mantap dalam menghadapi lawan-lawannya di babak final turnamen Piala Thomas (25 Mei — 3 Juni 1973) Keyakinan ini bukan saja datang dari penggemar-penggemar bulu tangkls di warung-warung kopi, malahan diakui pula oleh bekas pemain-pemain Piala Thomas yang laln. Insentif. Sejak Indollesia pertama kali merebut Piala Thomas dari tangah Malaya di tahun 1958, kemudian berturut-turut mempertahankannya pada tahun 1961 di Istora, tahun 1964 di Tokyo, lalu menyerah pada Malaysia akibat “skandal Istora”, tapi bangkit kembali merebut lambang suprenasi bulutangkis dunia itu pada tahun 1970 — nampaknya kedudukan PBSI tidak pernah sekokoh tahun ini. Read more…
Merubah Kiblat Ke Eropa ?
Tempo 31 Maret 1973. Dipertanyakan apakah kiblat dunia bulu tangkis akan berpindah ke Eropa. di Edinburg, regu Asia yang dianggap bukan tandingan Eropa, digulung regu Eropa 8-2, termasuk kekalahan beruntun Rudy Hartono.
KEINGINAN Rusia, Presiden Asia Badminton Confederation untuk membuktikan supremasi dunia bulutangkis Asia bukan jangkauan’ Eropa memang sudah lama tak tertahan. Impian itu di Stadion Meadowbank, Edinburgminggu lalu gagal berantakan. Regu Eropa memukul mutlak team Asia: $-2. Di balik kekalahan team Asia tersebut timbul pertanyaan, adakah xegu yang kalah ini merupakan team inti yang visa diandalkan membela nama Asia? Meski terdaftar nama-nama: Rudy Hartono, Christian, Ade Chandra, Tjuntjun, Bandid Jaiyen, Sangob Rattanusorn, Hiroe Yuki, Etsuko Takenaka, Taty Sumirah dan Utami Dewi. Tapi tanpa: Tan-Aik Mong, Punch Gunalan, Noriko Tagaki rasanya team ini belum patut untuk di adu membawa Asia ke pintu kejayaan. Read more…
Bumper Sang Juara : All England 1973
Tempo 05/III 07 April 1973 . Dalam kejuaraan All England 1973, Rudi Hartono keluar sebagai juara. konon berkat Cun Cun yang menja di bumper. keluar sebagai juara dalam partai ganda adalah Christina/Ade Chandra.
ADAKAH prestasi Rudy di All England 1973 merupakan awal dari akhirnya supremasi PBSI di arena bulutangkis dunia? Lekuk-liku dan rintangan yang dialami team Indonesia dalam pedalanan Paris-Oberhausen boleh juga dijadikan aIasan untuk. menolak kesan semacam itu. Konon perjalanan yang melelahkan itu telah menyadap vilalitas fisik para anggota team yang telah digembleng dengan seksama menjelang keberangkatannya. Kepada pers Rudy menekankan bahwa kesulitan, peda1anan yang menimpa team Indonesia justru membuat prestasinya terasa lebih gemilang. Dan dengan penuh kedewasaan is pun menolak’alasan bahwa kekalahannya terhadap Sture Johnson adalah untuk memberi peluang kepada rekannya Tjuntjun untuk keluar sebagai juara Jerman Barat. Read more…
Seleksi Untuk Apa ? Menjelang All England 1973
Tempo 24 Januari 1973. Sepuluh pemain bulu tangkis Indonesia akan diadu. ini untuk menentukan kekuatan partai tunggal dan ganda dalam menghadapi All England. Mulyadi, pemain usia 30 th, dipanggil lagi.Iie Sumirat tak nongol.
HARI-HARI ini kegiatan di Sporthan Jakarta Barat, Grogol boleh di angkat menjadi berita. Ke-10 anggota TC Thomas Cup diadu untuk menentukan urutan kekuatan dalam partai tunggal dan ganda. Hari pertama, tanggal 12 Pebruari yang menurut rencana Akan dimulai seleksi, ternyata batal. Karena penerangan yang konon menarik PBSI menyelenggarakan pertandingan di sana, tidak nyala. Terpaksa ditunda sehari. Tanggal 13 berikutnya memang berbau sial. Iie Sumirat yang mudik ke Bandung pada tanggal 9 – dan diharapkan akan tiba kembali di TC pada tanggal 11 Pebruari – ternyata sampai tanggal, 14 belum kelihatan mata-hidungnya. Sudirman mengkelap. Read more…

Komentar Terakhir