Seleksi Untuk Apa ? Menjelang All England 1973
Tempo 24 Januari 1973. Sepuluh pemain bulu tangkis Indonesia akan diadu. ini untuk menentukan kekuatan partai tunggal dan ganda dalam menghadapi All England. Mulyadi, pemain usia 30 th, dipanggil lagi.Iie Sumirat tak nongol.
HARI-HARI ini kegiatan di Sporthan Jakarta Barat, Grogol boleh di angkat menjadi berita. Ke-10 anggota TC Thomas Cup diadu untuk menentukan urutan kekuatan dalam partai tunggal dan ganda. Hari pertama, tanggal 12 Pebruari yang menurut rencana Akan dimulai seleksi, ternyata batal. Karena penerangan yang konon menarik PBSI menyelenggarakan pertandingan di sana, tidak nyala. Terpaksa ditunda sehari. Tanggal 13 berikutnya memang berbau sial. Iie Sumirat yang mudik ke Bandung pada tanggal 9 – dan diharapkan akan tiba kembali di TC pada tanggal 11 Pebruari – ternyata sampai tanggal, 14 belum kelihatan mata-hidungnya. Sudirman mengkelap. Baca entri selengkapnya »
Menyetel Selera Juara
Tempo 27 Januari 1973. Rauf, pegawai Rama Stores, telah 15 tahun menangani pemasangan raket. nama-nama tenar seperti Eddy Yusuf, Tan King Gwam, Rudy Hartono, Minarni berhutang budi padanya. ia tak dapat penghargaan dari PBSI.
13.000 pengunjung Istora bulan Nopember lalu berdegup menahan napas ketika Iie Sumirat mencoba dengan lenturan yang manis mengembalikan bulu angsa kedaerah permainan Sture Johnson, untuk mengambil alih ketinggalannya. Bola melintir lamban di atas net seolah tak sampai, sementara penonton hanya bisa menolong jagoannya dengan doa. Kecuali Iie, tak seorang pun tidak juga Sture Johnson — yang mengira kalau bola itu akan jatuh tegak lurus di balik net. Momen serupa itu bukan yang pertama di tangan Iie, karena kekuatan permainannya justru terletak di sana. Farida Syuman. Lain pula ceritanya dengan Rudy Hartono, meski geraknya kadangkala melas bagaikan Farida Sjuman, namun jalannya bola selalu terkendali dari raketnya. Baca entri selengkapnya »
Seandainya Regu Indonesia-RRT …
Tempo 6 Januari 1973. Rudy Hartono merasa ditantang pemain-pemain bulu tangkis RRT yang telah mengalahkan Malaysia. Pertandingan dengan RRT dinilai sebagai perang saraf untuk mengalihkan dari persiapan mempertahankan piala Thomas Cup.
KETIKA sekali lagi pemain-pemain RRT menggemparkan dunia dengan menundukkan pemain-pemain Malaysia yang melawat ke sana, beberapa kenalan berpaling pada saya. “Bagaimana andaikata anda berhadapan dengan Hou Cia Cang dan Tang Hsien Hu?” Di tengah kesibukan mempersiapkan diri menghadapi Turnamen Thomas Cup 1973 jawab saya tegas: “Saya selalu siap!” meskipun di dalam hati saya menambahkan: “bukan saja siap, bahkan saya harus menang”. Sebab dari mana pun datangnya tantangan yang hendak menguji kadar kejuaraan saya — “All England” anggota Regu Thomas Cup Indonesia, Horld Invitation Championships dan lain-lain akan saya layani dengan segala kemampuan saya. Terlebih lagi gelar-gelar kejuaraan tersebut menyangkut pula kebanggaan dan kehormatan Bangsa dan Negara. Baca entri selengkapnya »