Archive for September 2009
Kunanti Di Wembley, Christian/Ade Chandra Juara
Tempo 8 April 1972.Christian/Ade Chandra berhasil menjuarai partai ganda All England 1972. Rudy Hartono memecahkan rekor J. Frank Devlin sebagai juara All England. para pemain putri tutup mulut atas kegagalan mereka. “I’ll see you next year in All England” bisik seorang aki asing pada Christian. Ini terdjadi pada pertengahan tahun jang lalu, ketika Christian dalam turnamen ABC ditundjuk menggantikan Muljadi jang tjedera untuk menghadapi Tan Aik Huang dalam partai tunggal. Walau waktu itu pemuda asal Purwokerto ini terpaksa mengakui keunggulan djago Malaysia tersebut, namun sesuatu telah dimulainja. Dan melihat itu sang aki asing itupun tertarik Dialah Herbert Scheele, Honorary Secretary The International Badminton federation. Baca entri selengkapnya »Rudy Kembali Tergoda
Tempo 11 Maret 1972. Rudy Hartono, juara All England empat kali, yang sempat main film akan di All England tahun ini. ia dengan disiplin dan bersemangat berlatih kecepatannya sudah berkurang, tapi ia makin matang.RUDY “Franky” Hartono hampir sadja mengachiri masa budjangnja dengan mengawini Poppy “Santi” Dharsono. Itu terdjadi tahun lalu dalam film “Matinja Seorang Bidadari” jang kini tengah beredar. Setelah penggemar film dan bulutangkis menjaksikan bagaimana Rudy mengetjap bibir Poppy (tak terhitung) beberapa kali, orang mulai tjemas dengan keberhasilan Rudy dalam mempertahankan gelar djuara “All England”. Adakah pemuda 23 tahun ini lebih mentjintai dunia perfilman daripada dunia olahraga? Baca entri selengkapnya »
Yang Baru Di London

Tempo 11 Maret 1972. Untuk ke kejuaraan All England 1972, Indonesia akan mengirimkan pasangan baru. mereka, Ade Chandra/Christian, telah mengungguli Indra Gunawan/Nara Sujana. langkah maju untuk persiapan Thomas cup 1973. ACHIRNJA pasangan Christian/Ade meraih kartjis ke “All England” dengan prestasi – bukan djandji. Harapan jang ditumpahkan pada kombinasi kedua pemain Djabar dan Djaya ini mulai dikadji dari awal lagi. Mereka jang diharapkan mendjadi duplikat Kim Bie/King Gwan jang dizaman djajanja ditimang-timang peluangnja diforum kedjuaraan-dunia tidak-resmi di Inggeris. Baca entri selengkapnya »Ke Tokyo Via All England
Tempo 4 Maret 1972. Enam pemain putri telah dipersiapkan untuk perebutan piala uber di Tokyo juni mendatang. para pemain juga akan dikirim ke All England pada bulan maret. tujuannya untuk memperoleh pengalaman bertanding.SEKALI lagi Regu Uber Cup lndonesia mendapat kemenangan W.O. Kali ini dari Thailand setelah pada babak pendahuluan mendapat W.O. dari Hongkong. Lapang sudah djalan menudju Tokyo dibulan Djuni jang akan datang meski didapur PBSI pengolahan untuk menampil regu jang paling tangguh masih berlangsung terus. Baca entri selengkapnya »
Yang Terjatuh Di Kaki PBSI
Tempo 4 Maret 1972. Tiga pemain bulu tangkis Nunung, Iie Sumirat dan Amril tidak mengikuti seleksi persiapan All England PBSI juga telah mencoret mereka di pusat latihan. menurut sekjen PBSI Sumarsono, mereka tak disiplin.ALL England, “Mekah”nja bulutangkis. Kesanalah perhatian diarahkan. Ketjuali Rudy Hartono sang Djuara-bertahan jang akan mempertaruhkan gelarnja, pemain-pemain terbaik dari seluruh Indonesia pun dihimpun di Senajan untuk memperebutkan djatah pengiriman PBSI.Selasa malam tanggal 22 Pebruari jang lalu, puntjak ketegangan meledak: seleksi hari kedua partai tunggal terpaksa batal. Apa gerangan jang terdjadi? Konon beberapa pemain muda seperti Nunung, Iie Sumirat dan Amril Nurman termakan oleh issue koran jang menjebabkan mereka mengambil putusan untuk tidak mengikuti seleksi selandjutnja. Baca entri selengkapnya »Tunas & Dompet Keluarga
Tempo 26 Februari 1972. Kejuaraan bulu tangkis kelompok umur PBSI Jaya berakhir. Ada sejumlah pemain cilik yang berbakat seperti The Liang Sin dan Mulyadi. Tapi masalah selanjutnya pada pembinaan. Soalnya: lelurangan dana. BERACHIRNJA kedjuaraan bulutangkis kelompok umur PBSI Djaya, menggembirakan buat sang djuara, namun tjukup memusingkan kepala bagi kaum ibu. Betapa tidak. Anaknja jang kini meraih kemenangan, terasa kian memerlukan pembinaan – kalau orang tuanja betul-betul menginginkan putranja berbitjara digelanggang internasional, seperti Rudy, Muljadi, Minarni dan Retno Kustijah misalnja. Dan untuk pembinaan jang memerlukan biaja ini, bagi si ibu berarti harus menjisihkan sebagian dari anggaran dapur untuk pembeli bulu angsa. Baca entri selengkapnya »
Mereka harus menjalani seleksi dulu
Tempo 15 Februari 1972. Christian kecewa. oleh pelatihnya, Sukartono, Christian dan Ade Chandra dijanjikan akan dikirim mengikuti kejuaraan All England 1972 di London. masalahnya mereka harus menjalani seleksi dulu.PADA suatu pagi Christian dan Ade Chandra kedapatan diasrama PSSI jang terletak dibelakang Djalan Polo Air Senajan. Mereka nampak membitjarakan sesuatu dengan Drs Sukartono – bekas Pelatih Fisik PBSI dan Bandung jang kini membantu mengasuh anak-nak PSSI. Ternjata pembitjaraan jang tjukup serius itu menjangkut kebidjaksanaan PBSI dalam memilih pemain-pemainnja ke Turnamen “All England 1972 ” di bulan Maret jang akan datang. Pesan Sukartono agar “kedua pemain tidak patah hati dan berlatih terus” nampaknja mempunjai latarbelakang jang menarik. Berikut ini laporan reporter Herry Kommar: Baca entri selengkapnya »
Kliping berita Piala Thomas 1958
Kenangan berita perbandingan Tan joe Hok di Majalah Panca warna Baca entri selengkapnya »
Indonesia Juara Piala Sudirman
Kejuaraan pertama dilangsungkan bersamaan dengan kejuaraan dunia perseorangan, dengan kejuaraan Piala Sudirman dilaksanakan lebih dahulu. Ikut serta 28 negara, dengan enam tim menduduki teratas yangberhak atas Piala itu.Enam negara itu adalah Indonesia, Cina, Korea Selatan, Inggris, Denmark, dan Swedia. Keenam negara ini terbagi atas dua grup. Grup A ditempati Indonesia, Inggris, dan Korsel sedangkan grup B terdiri dari Denmark, Cina, dan Inggris.
Dua tim terbawah akan bertarung untuk menghindarkaan degradasi.Indonesia menjadi juara grup A setelah mengalahkan Inggris 5-0 dan Korsel 4-1. Inggris menjadi juru kunci karena kalah 0-5 dari Korsel. Di grup B Cina menjadi juara setelah menghancurkan Denmark 5-0 dan Swedia 4-1. Swedia menjadi juru kunci karena kalah 2-3 dari Denmark. Dalam perebutan posisi untuk tidak menjadi juru kunci, Swedia kalah dan harus degradasi ke divisi II. Dari divisi II yang menjadi juara adalah Jepang, sehingga pada kejuaraan berikutnya masuk ke divisi 1.Di semifinal Indonesia mengalahkan Denmark dengan 5-0, sedangkan Korsel menang tipis 3-2 atas Cina. Indonesia pun bertemu Korsel di final. Baca entri selengkapnya »
Uber Cup: Apa Selanjutnya ?
TEMPO 8 Januari 1972. Sesudah menang 6-1 atas Malaysia, regu uber cup Indonesia belum menentukan langkah selanjutnya. dari pertandingan itu dapat dilihat kelemahan-kelemahan pemain Indonesia. Utami Dewi kurang cepat & percaya diri.SESUDAH unggul 6–1 atas Malaysia, langkah selandjutnja apa? “Kita tunggu sadja hasil pertandingan Thailand-India Pebruari ini”, komentar Sudirman pada TEMPO Sudah barang tentu dalam masa menunggu selama sebulan ini Ketua PBSI tersebut tidak terpukau oleh kemilaunja angka kemenangan jang mejakinkan. Lebih-lebih sehari mendjelang pertandingan Indoesia-Malaysia Ferry Sonneville jang sempat mengundjungi TC PBSI di Djalan Polo Air pernah berkelakar dihadapan Minarni. Baca entri selengkapnya »