Badminton Indonesia

Perjalanan Dari Senayan ke Olimpiade

Archive for the ‘Profil’ Category

Menyetel Selera Juara

without comments

Tempo 27 Januari 1973. Rauf, pegawai Rama Stores, telah 15 tahun menangani pemasangan raket. nama-nama tenar seperti Eddy Yusuf, Tan King Gwam, Rudy Hartono, Minarni berhutang budi padanya. ia tak dapat penghargaan dari PBSI.

13.000 pengunjung Istora bulan Nopember lalu berdegup menahan napas ketika Iie Sumirat mencoba dengan lenturan yang manis mengembalikan bulu angsa kedaerah permainan Sture Johnson, untuk mengambil alih ketinggalannya. Bola melintir lamban di atas net seolah tak sampai, sementara penonton hanya bisa menolong jagoannya dengan doa. Kecuali Iie, tak seorang pun tidak juga Sture Johnson — yang mengira kalau bola itu akan jatuh tegak lurus di balik net. Momen serupa itu bukan yang pertama di tangan Iie, karena kekuatan permainannya justru terletak di sana. Farida Syuman. Lain pula ceritanya dengan Rudy Hartono, meski geraknya kadangkala melas bagaikan Farida Sjuman, namun jalannya bola selalu terkendali dari raketnya. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Oktober 25, 2009 at 4:21 am

Ditulis dalam Profil

Membujuk Tuti Kembali

without comments

Tempo 30 Desember 1972. Theresia Widyastuti eks pemain tc uber cup kini telah kelas 3 SMA Santa Maria. menolak tawaran PBSI untuk sekolah di Semarang atau Jakarta karena salah approach. perlu dicoba lagi.

RAMBUTNYA kini terurai panjang badannya kian montok, sementara sikap kedewasaan nampaknya mengakhiri masa pubertasnya. Itulah paling tidak kesan pertama orang terhadap Theresia Widyastuti ex-pemain TC Uber Cup asal Yogya. Kabar tentang Theresia yang kini bernajak ke usia 17 tahun, dibawa pulang oleh ke dua wartawan olahraga Ibu kota, Ignatius Sunito dari Kompas dan Haryono S, pembantu Sinar Harapan, sempat menjenguk Tuti di rumahnya Jalan Sayidan Yogya, lengkap dengan menjinjing seperangkat oleh-oleh berupa selusin cock, segulung snar raket dan beberapa potong ayam goreng. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Oktober 18, 2009 at 8:26 am

Ditulis dalam Profil

Lamaran Darmadi

without comments

Tempo 2 Desember 1972. Darmadi juara tunggal indonesia 1969, telah menggantung raketnya & mengganti dengan kemudi pesawat f-28 garuda. berkeinginan memperkuat regu piala thomas 1973, walaupun hanya menjadi sparring partner.

NIATNJA hanya satu: Ingin memperkuat regu Piala Thomas Indonesia 1973. Tapi belakangan ini raketnya sudah digantung dan diganti dengan kemudi pesawat F-28 Garuda. Itulah yang meragukan orang terhadap niat Darmadi itu. Meskipun demikian putera kelahiran Solo ini mempunyai reputasi historis: Juara Tunggal Indonesia 1969 dan pernah menjadi tunggal ke-3 dalam regu Thomas Cup Indonesia 1970 yang berhasil memulihkan supremasi dunia bulutangkis beregu Indonesia atas putera-putera Malaysia. Tapi maklum pula keraguan orang banyak akan kelemahan dirinya, dengan cepat Darmadi mengalas kata: “Paling kurang saya bisa dijadikan sparring partner buat mereka”. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Oktober 17, 2009 at 2:43 pm

Ditulis dalam Profil

Mulyadi Mogok, Mengapa ?

without comments

Tempo 2 September 1972. Setelah kejuaraan All England, Mulyadi non aktif sebagai pemain. menurutnya, PBSI tampak lemah dalam soal pembinaan pemain. secara resmi, memang ia belum menyatakan berhenti sebagai atlet.
SELAMA berlangsungnya Invitasi Solo Pada ahir Agustus ini, nampaknya dalam waktu singkat belum terbayang, siapa yang bisa menggantikan Muljadi. Sementara itu dalam wawancara eksklusif dengan koresponden Atjin Yassien, bekas pemain Thomas Cup Indonesia sejak 1963 ini mengembalikan persoalan come back-nya sebagai “semua tergantung pada sikap PBSI terhadap Muljadi” kalau boleh disimpulkan. Dari Surabaya laporannya. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Oktober 15, 2009 at 11:23 am

Ditulis dalam Profil

Rudy Kembali Tergoda

with one comment

rudi-300x225Tempo 11 Maret 1972. Rudy Hartono, juara All England empat kali, yang sempat main film akan di All England tahun ini. ia dengan disiplin dan bersemangat berlatih kecepatannya sudah berkurang, tapi ia makin matang.
RUDY “Franky” Hartono hampir sadja mengachiri masa budjangnja dengan mengawini Poppy “Santi” Dharsono. Itu terdjadi tahun lalu dalam film “Matinja Seorang Bidadari” jang kini tengah beredar. Setelah penggemar film dan bulutangkis menjaksikan bagaimana Rudy mengetjap bibir Poppy (tak terhitung) beberapa kali, orang mulai tjemas dengan keberhasilan Rudy dalam mempertahankan gelar djuara “All England”. Adakah pemuda 23 tahun ini lebih mentjintai dunia perfilman daripada dunia olahraga? Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

September 17, 2009 at 3:46 am

Ditulis dalam Profil

Sekarang Bisa Diceritakan

without comments

joe hokMajalah Tempo 11/I 15 Mei 1971.Tan joe hok, eks pemain bulu tangkis indonesia yang telah jatuh namanya, sukses menjadi pelatih di mexico. ia pun lalu diminta melatih di hongkong. ada yang mengharapkan ia jadi penghubung indonesia-rrc.

MASIH ada oleh-oleh jang ketinggalan ditas Sekdjen PBSI P. Sumarsono, jang bertindak sebagai Team Manager PBSI ke All England 1971. Disamping berita tentang kemenangan Rudy Hartono jang keempat kalinja di Empire Pool and Sports Arena, Wembley, London, Sumarsono mengeluarkan setjarik fotocopy “Surat Pudjian Komite Olimpiade Meksiko”. “Tjoba batja ini. Joe Hok benar-benar sukses. Kini banjak berubah dan dewasa”, katanja kepada TEMPO sambil memperlihatkan surat penghargaan Komite Olimpiade Meksiko jang ditanda-tangani Ketuanja Josue Saenz. Sumarsono-pun bertjerita tentang permainan Diaz Gonzales, Djuara Meksiko, jang terdjun pula digelanggang All England. Anak muda ini jang sekaligus mendjadi anak asuhan Hendra Kartanegara alias Tan Joe Hok, berhasil mengalahkan K. Johnson dari Swedia (15-2, 15-5) dan veteran All England Erland Kops dari Denmark (15-6, 15-12), sebelum Gonzales disisihkan Muljadi di babak ketiga dengan 13-18, 4-15. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Januari 28, 2009 at 6:29 am

Ditulis dalam Profil

Scheele Tentang Rudy

without comments

Majalah Tempo. 08/I 24 April 1971. Hea Scheele editor buku “The International Badminton Federation Handbook 1971″ tanpa ragu-ragu menyebutkan Rudy Hartono sebagai pemain terbaik th 1970. ia mengatakan Rudy mempunyai prestasi & pribadi yang baik.

“TIDAK perlu diperdebatkan siapakah Pemain Terbaik 1970″, tulis H.E.A. Scheele. Editor Buku-Pedoman “Federasi Bulutangkis Internasional” 1971 (The International Badminton Federation Handbook 1971) jang merangkap Sekdjen Federasi tersebut. Dalam Bab “Topik Hari Ini” Scheele tanpa ragu-ragu menampilkan Rudy Hartono Kurniawan pemain Indonesia jang baru-baru ini berhasil merebut Kedjuaraan “All England” untuk keempat kalinja. Scheele mengemukakan dasar-dasar pertimbangannja sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Januari 28, 2009 at 6:00 am

Ditulis dalam Profil

Rudy, Anak Ajaib

without comments

Majalah Tempo. 06/I 10 April 1971. Rudy Hartono beberapa kali juara All England mendapat pujian Sudirman, ketua PBSI, Rudy & Tan Yoe Hok menurut Wong Peng Soon, eks juara all england th 50-an mempunyai kelebihan & kekuatan berbeda.

24 DJAM setelah tersiar berita kemenangan Rudy Hartono dalam All England, Ketua Persatuan Bulu tangkis Se-lndonesia (PBSI), memberikan komentarnja kepada Sjahrir Wahab, wartawan TEMPO. Doktorandus jang bernama Sudirman itu bilang: “Apa jang ditjapai Rudy Hartono merupakan penulisan dengan tinta emas dalam sedjarah perbulutangkisan Indonesia”. Sudirman jang terpilih lagi dalam Kongres PBSI d Jogja tersebut, setelah meneliti menambahkan bahwa sang djuara All England jang sesungguhnja baru berusia 21 tahun itu, telah melakukan sesuatu jang tidak pernah terdjadi sebelumnja dalam sedjarah olahraga Indonesia. Dalam komentar jang diberikannja lewat wawantjara chusus dikantornja tersebut, tersisip kejakinan, bahwa Hartono bisa mempertahankan gelarnja sampai enam kali. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Januari 28, 2009 at 5:57 am

Ditulis dalam Profil

Darmadi, Sang Pilot

without comments

Tempo Mei 1971. Darmadi eks pemain thomas cup Indonesia, merasa asing dengan kota Jakarta. bertekad bulat meninggalkan gelanggang bulutangkis, berniat jadi penerbang. dapat lisensi dari flight safety incorporation.

BARANGKALI Darmadi akan latah dan langsung memesan taksi menudju Senajan, andaikata dia lupa bahwa 10 bulan sudah sedjak dia menggantung raket badmintonnja. Tanggal 15 Mei tengah malam Djuara Indonesia 1969 dan bekas pemain Thomas Cup Indonesia ini tiba dilapangan udara Kemayoran. Baginja tinggal diluar Kompleks Senajan seolah Djakarta terasa asing. Setelah bermalam beberapa hari dirumah “ajah angkat”nja, di Djl. Toko Tiga Seberang, Darmadi pun melandjutkan perdjalanan menudju kota kelahirannja, Solo. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Januari 28, 2009 at 5:35 am

Ditulis dalam Profil

Rudy & Nuddah

without comments

Tempo Januari 1971. Rudy Hartono berpacaran dengan Nuddah, asal Thailand. perkenalan pertama ketika Asian Games V di negeri itu. Zulkarnaen Kurniawan, ayah Rudy merestui hubungan itu. Rudy gelisah, saat Nuddah jatuh sakit.

DISAMPING sudah barang tentu milik kedua orangtuanja, Rudy Hartono pasti sudah ada jang punja. Di Hotel Garuda Jogjakarta, dikamar 21 dan 22, diatas medja-medja kedua kamar itu, terletak dua rangkai karangan bunga. Keduanja dihiasi apel, anggur, djeruk, pisang dan lain sebagainja. Di kedua kamar itu bermalam Rudy dan Muljadi. Mereka datang di Jogja untuk sekedar demonstrasi badminton dalam suatu eksibisi turnamen digedung olahraga Beteng. Baca entri selengkapnya »

Written by indrajabrix

Januari 12, 2009 at 10:48 am

Ditulis dalam Profil